jadi begini, suatu saat di kampus aku denger cerita tentang hantu di balairung ugm
ini versi yang ulin ceritain ke aku:
suatu sore,maghrib ding, di balairung, ada rapat kkn
nah, pas maghrib tiba, orang2 pada sholat, satu cowok disuruh jagain tempat itu, dititipin tas.
lalu ada seorang bapak mendekat, konon katanya bapak2 itu ramah banget, ngajak ngobrol si cowok yang sendirian tadi.
tuk..
pulpen si cowok jatuh, diambillah pulpennya, loh loh loh…
apa yang terjadi? kok kaki si bapak gak ada?
weeew
ketakutan plus ngrasa gak enak ma si bapak, akhirnya si cowok minta ijin ke kamar mandi, dia sms temennya nyeritain yang terjadi trus minta dijemput di kamar mandi
mereka lalu buru2 pulang, nah pas mau pulang, ketemu lagi sama si bapak
“loh kok buru2 mas?”
“iya nih pak, sudah malam”
“sudah malam atau SUDAH TAHU?”
oke, itu versi pertama yang kudengar, versi kedua dari jeng sek
jadi ceritanya, waktu itu ada tiga cowok, lagi ngenet di gedung pusat, malem2
lagi asik2nya ngenet, datanglah seorang bapak yang minta ijin gabung disitu
mereka ngobrol banyak, lalu salah seorang cowok barangnya jatuh, entah apa barangnya
pas diambil, muncullah keanehan, kok kakinya ada tiga pasang, diliat2, kaki siapa yang gak ada?
ternyata kaki si bapak
kaget dan ketakutan, si cowok langsung minta permisi, pamit dan buru2 pulang
tinggallah disitu dua orang temennya dengan si ‘bapak’ tadi
tiba2 si cowok yang udah pulang sms temennya yang masih tinggal disitu
“coba kalian jatuhin sesuatu, kalian pasti akan tau alasanku pulang duluan”
temen yang dua orang tadi lalu menjatuhkan sesuatu dan sadar apa yang terjadi
lalu mereka pamitan pulang
“pak, kami pulang dulu, sudah malam”
“sudah malam atau SUDAH TAHU?”
inti yang mau aku bicarakan bukan tentang ‘hantu di balairung’ tapi tentang penyampaian
bagaimana sebuah cerita bisa menjadi dua versi yang jauh?
- sore, atau maghrib lebih tepatnya di cerita kedua menjadi malam
- rapat kkn di cerita kedua jadi ngenet
- satu cowok jadi tiga cowok
yang tetap hanya kekuatan dari cerita itu,
- balairung/gedung pusat
- barang jatuh (meskipun di cerita kedua tak didefinisikan barang apa yang jatuh)
- si bapak tanpa kaki
- dan “sudah malam atau SUDAH TAHU?”
silakan versi mana yang kalian pilih, jangan terlalu dipercaya, belum2 udah ada dua versi gini, atau jangan2 kalian juga punya versi lain lagi?
————————–———-

2 comments
Comments feed for this article
August 12, 2009 at 8:19 pm
Extenze
What is captcha code?, pls provide me captcha code codes or plugin, Thanks in advance.
August 29, 2009 at 3:35 pm
anin
waaaaa salah ni baca blogmu malem2 gini..
pindah postingan ahh…
(tapi masih ngeklik link ke cerita versi lain)
hahahahhahahaha